Pages

Kamis, 20 Oktober 2011

Faktor Yang Mempengaruhi Berdirinya Muhammadiyah





Faktor Yang Mempengaruhi Berdirinya Muhammadiyah



A.     Sekilas Tentang Pendiri Muhammadiyah


Muhammadiyah didirikan oleh Kiai Haji Ahmad Dahlan pada tanggal 8 Dzulhijah 1330 H atau bertepatan dengan tanggal 18 November 1912. Beliau lahir pada tahun 1868 disebuah pemukiman disekitar Masjid Besar Yogyakarta yang bernama Kampung Kauman dengan nama aslinya yaitu Muhammad Darwisy.

Muhammad Darwisy merupakan salah satu anak dari KH. Abu Bakar, seorang ulama dan Khatib terkemuka di Mesjid Besar Kesultanan Yogyakarta. Berdasarkan silsilah, Beliau masih termasuk dalam garis keturunan yang kedua belas dari Sunan Maulana Malik Ibrahim, seorang Wali Besar dan terkemuka diantara Wali Songo, yang merupakan pelopor pertama dalam penyebaran dan pengembangan Agama Islam di Tanah Jawa (Kutojo dan Safwan, 1991).

Dimasa kecilnya, Muhammad Darwis mengenyam pendidikan dalam lingkungan keagamaan disebuah Pesantren yang mengajarinya tentang pengetahuan agama Islam dan Bahasa Arab. Diusianya yang masih relatif muda, yaitu pada umurnya yang ke-15, beliau menunaikan Rukun Islam yang ke lima yaitu Ibadah Haji pada tahun 1883. Selanjutnya disana Beliau Menetap dan memperdalam pengetahuan tentang Ilmu Agama Islam di Makkah dalam kurun waktu kurang lebih selama 5 tahun. Selama belajar ilmu agama disana, Beliau kerap kali berinteraksi dengan pemikiran-pemikiran pembaharuan didalam dunia Islam saat itu. Tokoh-tokoh Islam seperti Muhammad Abduh, Al-Afghani, Rasyid Ridha dan Ibn Taimiyah rupanya mempunyai dampak yang sangat besar pada diri pribadi Muhammad Darwisy. Seketika itu jiwa dan pemikirannya dipenuhi oleh semangat pembaharuan yang kelak dikemudian hari menampilkan corak keagamaan yang sama, yaitu melalui Muhammadiyah.

Sekembalinya dari Makkah, yaitu pada usia 20 tahun (1888), Beliau berganti nama menjadi Ahmad Dahlan. Sepulangnya dari Makkah ini, Beliau diangkat menjadi khatib amin dilingkungan Kesultanan Yogyakarta. Berbekal dari pemikiran-pemikiran yang didapat selama mendalami ajaran agama Islam di Makkah, Beliau merasa bertanggung jawab untuk dapat membangunkan, menggerakkan dan memajukan umat Islam di Indonesia. Ahmad Dahlan sadar bahwa keinginannya itu tidaklah mungkin dilaksanakan seorang diri, melainkan harus dilaksanakan oleh sekumpulan orang yang diatur sedemikian rupa dalam wadah organisasi.

Pendirian Muhammadiyah itu sendiri pada awalnya mendapatkan kecaman-kecaman dari berbagai pihak, baik yang datangnya dari keluarga sendiri maupun dari masyarakat sekitarnya. Berbagai fitnahan ditujukan kepadanya. Pada saat itu Beliau dituduh  hendak mendirikan suatu agama baru yang menyalahi ajaran-ajaran agama Islam yang telah ada. Namum demikian, segala rintangan-rintangan tersebut dapat dihadapinya dengan sabar. Keteguhan hati untuk melanjutkan cita-cita dan perjuangan pembaharuan Islam di tanah air bisa mengatasi segala rintangan tersebut.


B.     Arti Kemuhammadiyahan


Muhammadiyah sudah dikenal luas sejak beberapa puluh tahun yang lalu oleh masyarakat Internasional, khususnya oleh masyarakat Islam. Nama Muhammadiyah sudah sangat akrab ditelinga masyarakat pada umumnya.

Adapun arti nama Muhammadiyah dapat dilihat dari dua segi, yaitu :

1.      Arti Bahasa atau Estimologis
Muhammadiyah berasal dari bahasa Arab “Muhammad” yaitu nama Nabi atau Rasul Allah SWT yang terakhir. Kemudian mendapatkan “ya nisbiyah” yang artinya menjeniskan. Jadi Muhammadiyah berarti umatnya Nabi Muhammad SAW atau pengikut Nabi Muhammad SAW. Yaitu semua orang yang meyakini bahwa Nabi Muhammad SAW adalah Nabi dan Rasul Allah SWT yang terakhir. Dengan demikian siapapun yang beragama Islam maka dia adalah orang Muhammadiyah, tanpa dilihat atau dibatasi oleh perbedaan organisasi, golongan, bangsa, geografis, etnis, dsb.

2.      Arti Istilah atau Terminologis
Muhammadiyah adalah gerakan Islam. Dakwah Amar Makruf Nahi Mungkar berasaskan Islam dan bersumber Al-Quran dan Sunah/Hadist. Didirikan oleh KH. Ahmad Dahlan pada tanggal 8 Dzulhijah 1330 H, bertepatan tanggal 18 November 1912 M dikota Yogyakarta. Gerakan ini diberi nama Muhammadiyah dengan maksud untuk berta’faul (berpengharapan baik) dapat mencontoh dan menteladani jejak perjuangan Nabi Muhammad SAW, sehingga umat Muhammadiyah merasa bangga dan terhormat dengan agama yang dianutnya dan tidak merasa malu kepada siapapun. Dalam rangka menegakkan dan menjujung tinggi agama Islam semata-mata demi terwujudnya Izzul Islam wal Muslimin, kejayaan Islam sebagai idealitas dan kemuliaan hidup umat Islam sebagai realitas.


C.      Sebab-Sebab Berdirinya Muhammadiyah


Muhammadiyah sendiri berdirinya dengan dilatarbelakangi untuk memperbaharui pemahaman tentang ke-Islaman di sebagian besar dunia Islam di Indonesia yang pada saat itu dianggap masih bersifat ortodoks (kolot), serta masih bercampur aduknya ajaran agama Islam dengan ajaran agama yang terdahulu atau kebiasaan di daerah tertentu dengan alasan adaptasi. Bercampur aduknya ajaran Islam dengan kebudayaan Non Islam itu sendiri sebenarnya dapat dimaklumi pada saat awal-awal penyebaran agama Islam di Indonesia. Hal ini mengingat sulitnya masyarakat pada waktu itu untuk meninggalkan kebiasaan atau ajaran yang telah lama mereka anut sejak nenek moyang, sehingga kebiasaan tersebut masih dilakukan walaupun dengan memasukan unsur Islam didalamnya. Namun seiring dengan berlalunya waktu, kebiasaan-kebiasaan atau cara-cara yang dianggap masih bercampur tersebut masih kerap dilakukan meskipun sudah berabad-abad berlalu sejak awal masuknya Islam di Indonesia, oleh karena itu Beliau (KH. Ahmad Dahlan) memandang hal ini dapat menimbulkan kebekuan ajaran Islam, stagnasi dan keterbelakangan didalam diri umat Islam. Beliau berpikir, pemahaman keagamaan yang demikian, harus diubah melalui gerakan pemurnian ajaran Islam yang kembali kepada ajaran Al-quran dan Al-Hadist.

Untuk itu pada tanggal 18 Nopember 1912, KH. Ahmad Dahlan mendirikan organisasi non politik yang bersifat sosial dan bergerak dibidang pendidikan yang diberi nama “Muhammadiyah”, KH. Ahmad Dahlan berkeinginan untuk mengadakan suatu pembaharuan dalam cara berpikir dan beramal menurut tuntunan agama Islam yang murni, yaitu menurut tuntunan seperti yang diajarkan didalam Al-Quran dan Al-Hadist.

Faktor-faktor yang menyebabkan didirikan Muhammadiyah, yaitu :

1.      Faktor Subyektif
Faktor subyektif yang sangat kuat, bahkan dikatakan sebagai faktor utama dan faktor penentu yang mendorong berdirinya Muhammadiyah adalah hasil pendalaman KH. Ahmad Dahlan terhadap Al-Quran dalam menelaah, membahas, meneliti dan mengkaji kandungan isinya.

Sikap KH. Ahmad Dahlan seperti ini sesungguhnya dalam rangka melaksanakan firman Allah SWT sebagaimana yang tersimpul dalam surat An. Nisa ayat 82 dan surat Muhammad ayat 24, yaitu melakukan taddabur atau memperhatikan dan mencermati dengan penuh ketelitian terhadap apa yang tersirat dalam ayat.

Sikap seperti ini pulalah yang dilakukan KH. Ahmad Dahlan ketika menatap surat Ali Imran ayat 104 yang artinya ”Dan hendaklah ada diantara kamu sekalian segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah yang mungkar, merekalah orang-orang yang beruntung”.

Memahami seruan diatas, KH. Ahmad Dahlan tergerak hatinya untuk membangun sebuah perkumpulan, organisasi atau persyarikatan yang teratur dan rapi, yang tugasnya berkhidmad pada melaksanakan misi dakwah Amar Makruf Nahi Mungkar ditengah masyarakat kita.

2.      Faktor Internal
Faktor internal yang mendorong berdirinya Muhammadiyah adalah:
·         Rusak dan hinanya umat islam dalam bidang sosial, baik dalam bidang politik, ekonomi, kebudayaan serta keagamaannya.
·         Tidak tegak nya hidup dan kehidupan agama islam dalam diri orang dan masyarakat.
·         Tidak bersihnya islam akibat bercampurnya dengan berbagai macam faham sehingga timbulnya bid ah, syirik.
·         Kurang adanya persaudaraan dan persatuan umat islam dalam membela kepentingan islam.
·         Belum selesai dan sempurnya perjuangan para wali dalam pengembangan agama islam di indonesia.

3.      Faktor External
Beberapa Faktor External yang juga mendorong berdirinya Muhammadiyah adalah:
·         Adanya pengaruh gerakan reformasi dan purifikasi yang di pelopori oleh Jamaluddin Al Afghani Muhammad Abduh, serta Muh. Abd. Wahab.
·         Kegiatan-kegiatan kristening politik, yaitu usaha-usaha misi dan zending yang bermaksud mengkristenkan umat islam Indonesia.
·         Adanya penjajahan kolonialis, yang membelenggu umat Islam Indonesia dan penestrasi kebudayaan barat, sehingga menimbulkan sikap acuh tak acuh bahkan mencemohkan Islam dari kalangan pelajar Indonesia,dan akibat-akiabat negatif lainnya.


D.     Maksud dan Tujuan Muhammadiyah


Muhammadiyah sebagai gerakan Islam memiliki cita-cita ideal yaitu mewujudkan “masyarakat Islam yang sebenar-benarnya”. Dengan cita-cita yang ingin diwujudkan itu Muhammadiyah memiliki arah yang jelas dalam gerakannya.

Ø  Maksud dan Tujuan Muhammadiyah 1912 – 2005 :
1.      1912   :  Maka Perhimpunan itu maksudnya:
a.       Menyebarluaskan pengajaran Igama Kangjeng Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam kepada penduduk Bumiputera di dalam residensi Yogyakarta.
b.      Memajukan hal Igama kepada anggauta-anggautanya

2.      1914   :  Maksud Persyarikatan ini yaitu:
a.       Memajukan dan menggembirakan pengajaran dan pelajaran Igama Islam di Hindia Nederland.
b.      Memajukan dan menggembirakan kehidupan (cara hidup) sepanjang kemauan agama Islam kepada lid-lid-nya.

3.      1921   :  Maksud Persyarikatan ini yaitu:
a.       Memajukan dan menggembirakan pengajaran dan pelajaran Igama Islam di Hindia Nederland.
b.      Memajukan dan menggembirakan kehidupan (cara hidup) sepanjang kemauan agama Islam kepada lid-lid-nya.

4.      1934   :  Hajat Persyarikatan yaitu:
a.       Memajukan dan menggembirakan pengajaran dan pelajaran agama Islam di Hindia Nederland.
b.      Memajukan dan menggembirakan kehidupan (cara hidup) sepanjang kemauan agama Islam kepada lid-lid-nya (segala sekutunya).

5.      1941   :  Hajat Persyarikatan yaitu:
a.       Memajukan dan menggembirakan pengajaran dan pelajaran agama Islam di Indonesia.
b.      Memajukan dan menggembirakan cara hidup sepanjang kemauan agama Islam kepada lid-lid-nya (segala sekutunya).

6.      1943   :  Sesuai dengan kepercayaan untuk mendirikan kemakmuran bersama seluruh Asia Raya, di bawah pimpinan Dai Nippon, dan memang diperintahkan oleh Tuhan Allah, maka perkumpulan ini:
a.       Hendak menyiarkan agama Islam, serta melatihkan hidup yang selaras dengan tuntunannya
b.      Hendak melakukan pekerjaan kebaikan kebaikan umum
c.       Hendak memajukan pengetahuan dan kepandaian serta budi pekerti yang baik kepada anggauta-anggautanya; kesemuanya itu ditujukan untuk berjasa mendidik masyarakat ramai.

7.      1946   :  Maksud dan tujuan Persyarikatan ini akan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam, sehingga dapat mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.

8.      1950   :  Maksud dan tujuan Persyarikatan ini akan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam, sehingga dapat mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.

9.      1950   :  Maksud dan tujuan Persyarikatan ini akan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam, sehingga dapat mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.

10.  1959   :  Maksud dan tujuan Persyarikatan ialah menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga dapat terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.

11.  1966   :  Maksud dan tujuan Persyarikatan ialah menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga dapat terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.

12.  1968   :  Maksud dan tujuan Persyarikatan ialah menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga dapat terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.

13.  1985   :  Maksud dan tujuan Persyarikatan ialah menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat utama, adil, dan makmur yang diridlai Allah Subhanahu wata‘ala.

14.  2000   :  Maksud dan tujuan Muhammadiyah ialah menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga dapat terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.

15.  2005   :  Maksud dan tujuan Muhammadiyah ialah menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga dapat terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.

Sumber: Hasil pengolahan dari himpunan Mh. Djaldan Badawi, Anggaran Dasar Dan Anggaran Rumah Tangga Muhammadiyah 1912-1985 (Yogyakarta: Sekretariat PP Muhammadiyah), 1998. Dan dokumen PP Muhammadiyah untuk tahun 2000 dan 2005.


E.      Indentitas Muhammadiyah


Tiga identitas Muhammadiyah :
1.      Muhammadiyah sebagai Gerakan Islam
Dari latar belakang berdirinya Muhammadiyah jelaslah bahwa sesungguhnya kelahiran Muhammadiyah itu tidak lain karena diilhami, dimotivasi dan disemangati oleh ajaran-ajaran Al Qur'an. Dan apa yang digerakkan oleh Muhammadiyah tidak ada motif lain kecuali semata-mata untuk merealisasikan prinsip-prinsip ajaran Islam dalam kehidupan yang riel dan kongkrit.

2.      Muhammadiyah sebagai Gerakan Dakwah Islam
Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah Islam, Amar Ma’ruf nahi mungkar. Ciri ini telah muncul sejak dari kelahirannya dan tetap melekat tak terpisahkan dalam jati diri Muhammadiyah. Namun sudah menjadi tanggung jawab Muhammadiyah juga sebagai gerakan dakwah Islam amar ma’ruf nahi mungkar untuk meluruskan kembali niatan awal berdirinya Muhammadiyah yang sesuai dengan cita-cita pemikiran KH. Ahmad Dahlan, Muhammadiyah dapat mengangkat agama Islam dan keterbelakangan atau kebodohan massif.
Tidak hanya ranah pemahaman agama yang diluruskan namun juga ranah pemahaman maksud dan tujuan organisasi Muhammadiyah, karena Muhammadiyah adalah pure/murni sebuah organisasi kemasyarakatan.

3.      Muhammadiyah sebagai Gerakan Tajdid (Reformasi)
Ciri ketiga ini yang melekat pada persyarikatan Muhammadiyah adalah sebagai gerakan Tajdid atau Pembaharu. Apabila dari makna dalam segi bahasa Tajdid berarti pembaharuan, dan dari segi istilah tajdid memiliki dua arti yakni :
a.       Pemurnian
“Pemurnian” tajdid dimaksudkan sebagai pemeliharaan matang ajaran Islam yang berdasarkan sumber Al Qur'an dan As Sunnah shahih.
b.       Peningkatan, Pengembangan dan Modernisasi
Peningkatan, pengembangan, modernisasi sudah menjadi tugas Muhammadiyah. Segi istilah tajdid dimaksudkan sebagai penafsiran pengamalan dan perwujudan ajaran Islam dengan tetap berpegang teguh kepada Al Qur'an dan AS Sunnah shahih.

Bauran dan Komunikasi Pemasaran Sepatu PIERO


Bauran dan Komunikasi Pemasaran Sepatu PIERO

Menembus pasar sepatu kasual tahun lalu. Menyadari banyaknya pemain di segmen sepatu olah raga, Piero mengarahkan positioning produknya lebih kepada life-style sport shoes buat remaja. Sadar kalau media yang banyak ditonton target market-nya adalah MTV, maka Piero banyak menempatkan iklannya di media MTV, selain di teve swasta lainnya, khususnya di program acara yang banyak diminati remaja, seperti Pernikahan Dini, dan lain-lain. Acara-acara yang disponsori Piero juga sering disiarkan MTV Singapura dan Malaysia. Promosinya yang paling menonjol adalah bergabungnya Piero sebagai official sponsor MTV (Asia dan Indonesia) untuk kategori produk footwear. Piero mensponsari sepanjang tahun acara MTV Wow dan Get Nongkrong  MTV.

Karena sedari awal ingin mengesankan sebagai produk internasional, Piero selalu menggunakan bintang iklan bule. Mereka terus mencoba membuat terobosan terutama dari aspek desain dan warna. Misalnya, berani menawarkan sepatu warna merah yang sebelumnya tak ada pabrik yang berani memasarkannya. Ternyata sekarang warna merah justru paling diminati. Dari pengalaman itu,mereka berusaha terus mencari tren dan model terbaru.

Promosi lini atas juga dilengkapi dengan serentetan aktivitas lini bawah. Tahun 2001, waktu meluncurkan program Back To School 2001, mereka mengundang pemilik took-toko sepatu di semua provinsi dalam acara yang dikemas secara unik dan menghibur dengan me-nampilkan Krisdayanti dan Project-P. Acara ini bukan sekedar dealer meeting, namun ingin menegaskan kehadiran Piero yang menawarkan konsep dan kelas yang berbeda.

Pada tahun 2001, mereka bisa menjual 800.000 pasang sepatu, dan menurut kalkulasi mereka bisa menjual 1,2 juta pasang sepatu tahun 2002. Mereka menetapkan target waktu tiga tahun agar Piero betul-betul bisa diterima pasar remaja Asia Tenggara. Memang untuk mendukung pemasaran produk-produk dengan siklus hidup relatif pendek seperti yang ditawarkan Piero, intensitas dan konsistensi komunikasi ke konsumen harus terus dijaga agar bisa bertahan dan menguasai pasar. Dari sisi harga, Piero juga mesti mencermati karena segmen menengah yang dibidik bersifat tak terlalu emosional dan cukup value oriented. Gebrakan Piero terbukti sampai saat ini masih cukup bergaung. Yang jelas untuk menyokong ambisinya tadi, Piero harus bekerja keras, termasuk merancang dan mengimplementasikan strategi komunikasi pemasaran yang tepat.

Pengertian Komunikasi Pemasaran
Komunikasi pemasaran adalah proses penyebaran informasi tentang perusahaan dan apa yang hendak ditawarkannya (offering) pada pasar sasaran. Peran komunikasi pemasaran sangat vital mengingat peran komunikasi dalam memfasilitasi hubungan saling menguntungkan antara perusahaan dengan pembeli prospektif.

Berkat perkembangan ilmu pemasaran, tujuan komunikasi kini tak lagi terbatas untuk men-dorong pembelian pertama, namun juga memastikan kepuasan paska pembelian sehingga meningkatkan kemungkinan terjadinya pembelian berulang dan pembeli tersebut menjadi pelanggan yang loyal.

Setiap perusahaan selalu berusaha untuk dapat berkomunikasi dengan konsumen. Komunikasi diperlukan untuk memberitahu konsumen hal-hat berikut:
*       Tersedianya suatu penawaran (offering)
*       Benefit unik dari penawaran tersebut
*       Di mana dan kapan dapat diperoleh dan digunakan penawaran di atas.

Apa pun pesan yang dipilih untuk dikomunikasikan hendaknya memang diinginkan audiens yang dituju, bersifat eksklusif atau unik dari sisi produk atau jasa yang ditawarkan, dan bisa dipercaya dalam hal klaim benefit yang ditawarkan oleh produk tersebut.

Bauran Komunikasi Pemasaran
Bauran komunikasi pemasaran adalah program komunikasi pemasaran total perusahaan yang terdiri atas iklan, penjualan pribadi, promosi penjualan dan hubungan masyarakat yang dipergunakan perusahaan untuk mencapai tujuan penyebaran informasi tentang perusahaan dan apa yang hendak ditawarkannya (offering) pada pasar.

Ketika perusahaan merancang strategi komunikasi, pemasar harus membuka wawasannya agar berpikir dalam kerangka komunikasi pemasaran terpadu, yaitu memanfaatkan beragam elemen bauran komunikasi yang berbeda-beda agar tercipta koherensi yang saling mendukung.

Berkat kemajuan teknologi dan perkembangan ilmu pemasaran, kini komunikasi perusahaan tidak lagi terbatas, style dan harga produk, bentuk dan warna kemasan, tata cara dan busana wiraniaga, dekorasi ruangan, alat tulis kantor semuanya mengkomunikasikan sesuatu pada pelanggan.

Setiap brand contact rnembawa kesan yang bisa memperkuat atau justru memperlemah citra perusahaan di mata konsumen. Karena itu, pemasar harus memadukan keseluruhan bauran pemasaran agar dapat efektif mengkomunikasikan pesan dan positioning strategis yang konsisten pada konsumen.

Periklanan
Iklan dapat dibedakan berdasarkan ciri-ciri dan kelebihan yang dimiliki:
*       Public presentation, Sifat publik dari iklan memberi semacam legiti-masi pada produk dan mengesankan penawaran yang ter-standarisasi.
*       Pervasiveness, Pemasar bisa mengulang-ulang pesan yang sama melalui iklan, Iklan berskala besar akan menimbulkan kesan positif tentang ukuran, kekuatan dan kesuksesan (perusahaan) penjual.
*       Amplified expressiveness, Iklan memberi peluang untuk men-dramatisir perusahaan dan produknya melalui penggunaan cetakan, bunyi dan warna.
*       Impersonality, Audiens tidak wajib menaruh perhatian atau me-respon iklan. Iklan lebih merupakan monolog di depan audiens, bukan sebuah dialog dengan audiens.

Tiga media iklan yang relatif baru pantas diberi catatan khusus
*       Advertorial adalah iklan cetak yang memuat teks editorial.
*       Infomersial adalah iklan tv yang ditayangkan selama 30 menit sama seperti acara tv lainnya,mengupas atau mendemonstrasikan sebuah produk. Pemirsa bisa memesan dengan menelepon langsung sehingga dampak infomersial langsung dapat diukur.
*       Banner adalah tanda kedl di halaman Web yang menyajikan iklan produk atau perusahaan dengan cara mengklik banner tersebut.

Promosi Penjualan
Pada dasarnya semua jenis promosi penjualan menawarkan tiga benefit unik:
*       Komunikasi, promosi biasanya mengundang minat dan umum-nya menyajikan informasi agar konsumen terdorong membeli.
*       Insentif, mereka menawarkan konsesi, rangsangan atau kontribusi yang bagi konsumen bisa merupakan value tersendiri.
*       Undangan, promosi bersifat mengundang agar seketika dapat terjadi transaksi.

Perusahaan biasanya memanfaatkan promosi penjualan agar dapat merangsang respon lebih cepat dan kuat dari konsumen.

Umumnya, dampak jangka pendek lebih diutamakan seperti men-dramatisir tawaran perusahaan agar penjualan yang sedang lesu dapat terdongkrak lagi.

Humas dan Publikasi
Humas dan publikasi memiliki daya tarik dan memiliki keunggulan sebagai berikut:
*       Kredibilitas tinggi, berita dan fitur lebih otentik dan kredibel di mata pembaca jika dibandingkan dengan iklan.
*       Mampu menjaring pembeli dalam keadaan sedang lengah, humas mampu menjangkau prospek yang suka menghindari wiraniaga dan iklan.
*       Dramatisasi, humas mampu mendramatisir perusahaan atau produk.
Pemasar umumnya masih kurang mengoptimalkan humas, padahal program humas yang dirancang dengan baik dan didukung dengan elemen bauran promosi lainnya bisa menjadi sangat efektif.

Penjualan Personal
Penjualan personal merupakan alat yang paling efektif pada tahapan lanjut proses pembelian, khususnya untuk membangun preferensi, keyakinan, dan mendorong aksi konsumen.
Penjualan personal punya tiga kelebihan unik:
*       Perjumpaan personal, penjualan personal merupakan hubungan tak berjarak dan bersifat interaktif antara dua orang atau lebih. Masing-masing dapat mengamati reaksi satu sama lain secara dekat.
*       Kultivasi, penjualan personal memungkinkan berkembangnya segala jenis hubungan, dari sekedar hubungan jual-beli hingga persahabatan pribadi yang hangat.
*       Respon, penjualan personal mampu memaksa pembeli merasa wajib mendengarkan wiraniaga.

Pemasaran Langsung
Walau ada berbagai bentuk direct marketing, seperti direct mail, telemarketing, Internet marketing, namun kesemuanya sama-sama memiliki ciri-ciri unik:
*       Nonpublik, pesan biasanya dialamatkan pada orang tertentu.
*       Customized, pesan bisa khusus dibuatkan agar dapat membujuk individu tertentu.
*       Up-to-date. pesan dapat disiapkan dengan sangat cepat.
*       Interaktif, pesan dapat diubah-ubah tergantung respon yang diterima.

Komunikasi Pemasaran Terpadu
Komunikasi pemasaran terpadu (integrated marketing communications atau IMC), yaitu Konsep perencanaan komunikasi pemasaran yang mengakui nilai tambah rencana komprehensif yang mengkaji peran strategis masing-masing bentuk komunikasi dan memadukannya untuk meraih kejelasan, konsistensi, dan dampak komunikasi maksimal melalui pengintegrasian pesan. Atau komunikasi pemasaran yang memanfaatkan beragam elemen bauran komunikasi yang berbeda-beda agar tercipta satu kesatuan dengan koherensi yang saling mendukung.

Beberapa fenomena yang membuat strategi bisnis lama sudah tak relevan lagi dan mendorong perusahaan untuk melakukan strategi komunikasi pemasaran terpadu adalah:
*       Banjir informasi yang cenderung memanjakan konsumen.
*       Liberalisasi perdagangan yang membuka sekat-sekat usaha yang selama ini menjadi usaha domestik.
*       Komoditasi produk yang makin cepat sebagai dampak inovasi dan persaingan yang makin intensif.
*       Media mania yang telah berhasil merebut kepercayaan publik sebagai sumber fakta dan kebenaran
*       Belanja iklan yang meroket sehingga komunikasi pemasaran menjadi overload dan makin tidak efektif karena konsumen cenderung menurun kemampuannya dalam mengingat pesan yang telah dilihat dan didengar.

Di tengah situasi yang kusut seperti itu, persepsi yang baik menjadi sangat penting, baik terhadap merek maupun perusahaan itu sendiri. Ekuitas merek menjadi jaminan kepercayaan konsumen untuk terus mengkonsumsinya. Yang tak kalah penting adalah citra korporat atau reputasi perusahaan. Citra korporat atau reputasi bisa menjadi payung bagi merek yang dibangun dengan investasi waktu dan biaya yang besar.

Dengan reputasi perusahaan yang baik, merek akan lebih terlindung dan aman, sekaligus menjadi mother of brand, yang dapat melahirkan brand baru dengan biaya lebih kecil dengan kemampuan setara dengan merek sebelumnya. Citra korporat atau reputasi merupakan intangible asset yang sangat bernilai. Selain tidak mudah ditiru, reputasi dipercaya dapat memikat konsumen dengan lebih efektif pada saat konsumen menghadapi berbagai tawaran menarik.

Reputasi meningkatkan kepercayaan, juga bisa meningkatkan profitabilitas, berperan sebagai barikade ketika pesaing masuk serta mampu menjadi katalisator agar lebih cepat keluar dari terpaan krisis.

Contoh:
Setiap iklan produk baru yang dihasilkan oleh mayora group selalu menampilkan informasi mayora sebagai corporat dengan reputasi yang baik untuk membangun kepercayaan merek dengan lebih mudah dan cepat.

Konsep IMC telah diperluas dari sekedar untuk kepentingan pemasaran, menjadi lebih komprehensif dan menyentuh berbagai aspek. Konsep IMC mencakup empat jenjang:
*       Aspek filosofis, mulai dari visi yang dijabarkan jadi misi, hingga dirumuskan menjadi sasaran korporat yang jadi pedoman semua fungsi dalam perusahaan.
*       Aspek keterkaitan kerja antar fungsi, meliputi fungsi operasi, sumber daya manusia, R&D, pemasaran, distribusi, penjualan.
*       Menjaga keterpaduan atau integrasi berbagai fungsi tersebut untuk mewujudkan tiga hal: kon-sistensi positioning untuk meraih reputasi yang diharapkan, me-melihara interaksi sehingga terjalin ikatan hubungan yang kokoh, dan menerapkan pemasaran berbasis misi untuk mendongkrak nilai tambah di mata stakeholder.
*       Memantapkan jalinan hubungan untuk membina loyalitas dan memperkuat ekuitas merek (produk dan korporat) terhadap stakeholder.

Proses Komunikasi
Model Proses Komunikasi
*       Sumber (Source) pesan yang menentukan tujuan komunikasi dan menetapkan sasaran komunikasi. Pemasar membuat tujuan kampanye iklan dan promosi dan mengarahkan kampanye itu pada segmen sasaran tertentu.
*       Proses (Encoding), adalah penyandian tujuan di atas menjadi sebuah pesan. Agensi iklan merancang pesan yang disandikan dalam bentuk iklan. Pesan disandikan wiraniaga dalam bentuk presentasi penjualan.
*       Pengiriman (Transmission) pesan melalui media agar dapat men-jangkau audiens sasaran. Penyebaran komunikasi pemasaran bisa lewat media massa, komunikasi getok tular dari wiraniaga, atau selebaran direct-mail yang dikirimkan pada sasaran.
*       Proses Decoding oleh penerima agar pesan dapat dipahami Dua pertanya-an utama adalah apakah konsumen menafsirkan pesan seperti yang diinginkan pengiklan, dan apakah pesan berdampak positif pada sikap dan perilaku konsumen.
*       Umpan Balik (Feedback) atas efektivitas komunikasi pemasaran kepada sumber.
*       Lima unsur dalam konteks dampak komunikasi pemasaran dan kemungkinan munculnya hambatan yang bisa menghalangi komunikasi efektif dari pengiklanpada konsumen sasaran
*       Tahap pertama, sumber (pemasar) menentukan tujuan komunikasi. Manajemen Eveready mencari cara yang lebih efektif dalam mengkomunikasikan benefit utama, yaitu “Eveready daya tahan dan sumber tenaga yang stabil”.
*       Tahap kedua, pengiklan menyandikan pesan tersebut agar dapat meng-komunikasikan benefit produk dengan efektif. Penata kreatif iklan Eveready memutus- untuk membuat iklan seperti yang dilakukan pesaingnya duracel dalam bentuk paroddi (humor) yaitu mainan yang digerakkan baterei Eveready unggul di lomba ketahanan.
*       Tahap ketiga, pengiriman pesan pada segmen sasaran memerlukan rencana media yang efektif. Media plan yang efektif diharapkan mampu menyeimbangkan antara upaya menjangkau sebanyak mungkin orang (reach) atau upaya menjangkau mereka sesering mungkin (frekuensi).
*       Dalam kampanye Energizer Bunny, media plan mencoba seimbang dalam reach dan frekuensi.
*       Tahap keempat baru melibatkan konsumen exposure terhadap pesan, dimana pada tahap ini audiens mencoba mengartikan (persepsi dan interpretasi) dan memilih tindakan yang mesti dilakukan. Saat kampanye Energizer Bunny pertama dilansir, penonton langsung menyukainya, bahkan menjelma menjadi semacam ikon budaya. Namun, banyak konsumen justru teringat Duracell ketimbang Eveready. Mengapa? Karena tema Bunny "Still Going" merupakan plesetan tema daya tahan kampanye Duracell sebelumnya. Konsumen tidak melakukan proses decoding dengan benar.
*       Tahap kelima umpan balik, mengecek pemahaman pesan oleh konsumen apakah persis seperti yang diinginkan komunikator dan apakah konsumen menindaklanjuti persepsi pesan tadi. Tahun 1991, Eveready mengklaim brand awareness meningkat 33 persen dan recall terhadap iklan naik menjadi 50 persen, sejak 1991, Eveready mampu mempertahankan posisi pasarnya khususnya terhadap Duracell.

Hambatan Komunikasi
Hambatan pada Sumber
Hambatan komunikasi pada sumber umumnya berupa perumusan tujuan yang kurang jelas. Hal ini kerap terjadi karena kurangnya fokus pada benefit produk. Kegagalan pada tahap ini bisa berdampak pada perumusan pesan iklan yang tak jelas kaitannya dengan kebutuhan
konsumen.

Hambatan dalam Proses Encoding
Sumber kegagalan komunikasi pemasaran bisa juga ada pada proses encoding. Misalnya, copy writer dan perancang iklan lebih terobsesi membuat iklan kreatif yang original ketimbang fokus pada penyampaian benefit produk. Alhasil, iklan tersebut mungkin sukses menarik perhatian namun gagal mengkomunikasikan benefit produk pada konsumen.
Iklan yang menyesatkan (deceptive advertising) juga bisa kita golongkan sebagai hambatan dalam proses encoding karena sejak awal berusaha menyesatkan konsumen dari kondisi sebenamya benefit produk.

Contohnya:
iklan obat atau jamu yang klaimnya sengaja dilebih-Iebihkan, sehingga membuat konsumen bingung memilah mana iklan yang benar dan mana yang tidak akurat.

Hambatan dalam Transmisi Pesan
Dalam tahap pengiriman pesan, hambatan yang umumnya ditemui komunikator adalah competitive clutter, kekusutan yang terjadi karena banyaknya iklan. Apa yang dapat dilakukan pemasar untuk mengatasi kekusutan yang ditimbulkan competitive clutter? Cara yang gampang adalah frekuensi iklan digencarkan agar kesan tertancap lebih lama. Hal ini bisa dibenarkan kalau pesan betul-betul berkaitan dengan kebutuhan konsumen (artinya, pesan tak punya masalah hambatan sumber ataupun hambatan encoding).

Hambatan dalam Proses Decoding
Buruknya konsep produk dan kegagalan dalam mengembangkan pesan iklan yang relevan dengan kebutuhan konsumen bisa menimbulkan hambatan pada proses decoding. Konsumen umumnya mengabaikan pesan yang tidak menarik minat mereka. Konsumen juga akan menolak pesan apabila sumber pesan dianggap tidak kredibel.

Hambatan pada decoding juga mungkin terjadi karena kurangnya perhatian pada pesan. Competitive clutter selain merupakan hambatan dalam transmisi, juga mengganggu proses decoding karena bisa men-dorong pemirsa makin cuek. Iklan yang ditayangkan terus-menerus juga merupakan penyebab pengabaian (inattention). Advertising wearout bisa terjadi; yaitu turunnya efektivitas iklan lantaran kebosanan pemirsa dan konsumen sudah merasa familiar dengan kampanye iklan tersebut.

Dampak Komunikasi
Konsumen kadang mencoba menghindar dari exposure pesan, namun jika tetap terekspos, mereka akan menentukan apakah menerima atau menolaknya. Pesan bisa diterima (message acceptance) bila pesan sukses mengkomunikasikan benefit produk yang dianggap penting oleh segmen sasaran.

Sebaliknya, pesan akan ditolak (message rejection) lantaran dianggap kurang kredibel. Bisa juga karena faktor-faktor diluar isi pesan dan lebih merupakan cerminan sikap, pengalaman dan keyakinan konsumen.

Faktor lain yang turut berpengaruh pada efektivitas komunikasi:
*      Semakin besar pengaruh sumber komunikasi pada penerima, makin besar pula dampak dan perubahan si penerima sesuai yang dikehendaki sumber pesan.
*       Komunikasi berdampak lebih kuat bila pesannya cocok dengan opini, keyakinan, dan disposisi si penerima.
*       Komunikasi cenderurig lebih efektif kalau sumber dianggap pulnya keahlian, status tinggi, obyektivitas, atau lebih disenangi, terlebih lagi kalau si sumber punya kekuasaan dan si penerima bisa mengidentifikasikan diri kepadanya.
*       Konteks sosial, grup, atau grup acuan akan menjadi perantara komunikasi dan mempengaruhi apakah komunikasi tersebut diterima atau tidak.